Amalan Sholat Hajat, Dalil-Dzikir dan Doanya
Sholat hajat
adalah shalat yang dilakukan untuk memohon pertolongan kepada Allah agar
mengabulkan hajat atau kebutuhannya. Karena setiap manusia selalu memiliki
kebutuhan yang kadang-kadang tidak terbatas. Namun sepanjang usaha untuk
memenuhi kebutuhan itu benar secara syar’i, tentu tidak masalah. Misalnya
dengan usaha-usaha yang halal dan memohon pertolongan kepada Allah dengan
sholat.
Itulah
pedoman bagi mereka yang beriman kepada Allah. Segala kebutuhan, cita-cita,
harapan, dan keinginan tersebut, tidak begitu saja ditempuh melalui jalan usaha
secara praktis belaka. Akan tetapi, ia akan terlebih dahulu mengadukannya
kepada Allah SWT, sebab Dia adalah Dzat Yang Mahakaya, yang memiliki langit,
bumi, dan seluruh alam semesta, Dzat Yang tidak bakhil dalam memberi kepada
yang memohon dan meminta kepada-Nya.
Itu juga
yang diajarkan oleh Rasul kita Muhammad SAW. Beliau selalu membimbing umatnya
untuk berwudhu dan shalat dua rakaat ketika mempunyai sebuah hajat kepada Allah
atau kepada salah seorang makhluk-Nya. Dua rakaat ini yang kemudian dikenal
dengan shalat hajat.
Dalam sebuah
hadis disebutkan:
عَنْ عَبدِ اللهِ بنِ أَبي أَوْفى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « مَنْ كَانَتْ لَهُ
إِلى اللهِ حَاجَةٌ أَو إِلى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ
الْوُضُوءَ ، وَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ لْيُثْنِ عَلى اللهِ ، وَلْيُصَلِّ
عَلى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ لِيَقُلْ : لا إِلهَ إِلَّا
اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، الْحَمْدُ
للهِ رَبِّ الْعَالَمينَ ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ
، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرِّ ، وَالسَّلامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لا تَدَعْ
لِي ذَنْباً إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وّلا هَمَّاً إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلا حَاجَةً هِيَ
لَكَ رِضَاً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
» . رواه الترمذي وابن ماجه.
Artinya :
“Barangsiapa
yang mempunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari
anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua
rakaat (shalat hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada
Nabi saw Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu,
subhaana…. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Di dalam
Al-Qur`an, Allah SWT berfirman:
waista’iinuu
bialshshabri waalshshalaati wa-innahaa lakabiiratun illaa ‘alaa alkhaasyi’iina
“Jadikanlah
sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh
berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,” (QS Al-Baqarah <2>:
45)
Doa Yang
Dibaca Setelah Sholat Hajat
Setelah shalat
hajat hendaknya seseorang memuji Allah dan membaca shalawat untuk Rasulullah
SAW. Atau lebih baik didahului dengan membaca istigfar. Dalam kitab Tajul Jamil
lil ushul, dianjurkan setelah shalat hajat membaca istigfar 100x, seperti kalimat
istigfar yang biasa atau sebagai berikut:
Setelah selesai
membaca istighfar lalu membaca shalawat nabi 100x, yakni:
Allahuma
shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatarridhaa wardha ‘an ashaabihir ridhar
ridhaa.
Artinya:
“Ya
Allah, beri karunia kesejahteraan atas jungjunan kami Muhammad, kesejahteraan
yang diridhai, dan diridailah daripada sahabat-sahabat sekalian.”
Meskipun
Allah SWT sudah tahu hajat yang bersangkutan, sebaiknya kita membaca doa sholat hajat seperti yang
diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ
اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ
مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ
، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ،
وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Lâ ilâha
illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm.
Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima
maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La
tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan
hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn.
Artinya,
“Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah,
penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon
kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan
meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau
biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau
tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau
telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah
hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.”
Doa shalat
hajat di atas mengandung pujian, pengakuan keesaan, permohonan ampunan, dan
permintaan pemenuhan hajat. Semoga shalat hajat berikut doanya bisa membuka jalan bagi hajat kita.
Dalam sebuah
riwayat dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata:
“Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)
“Ada seorang yang buta matanya menemui Nabi saw, lalu ia mengatakan, “Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku.” Maka Nabi saw bersabda, “Pergilah, lalu berwudhu, kemudian shalatlah dua rakaat (shalat hajat). Setelah itu, berdoalah….” Dalam waktu yang singkat, laki-laki itu terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Jika kamu memiliki kebutuhan (hajat), maka lakukanlah seperti itu (shalat hajat).” (HR Tirmidzi)
Shalat hajat
ini disyariatkan yang secara khusus dikaitkan kepada ibadah bagi yang sedang
memiliki kebutuhan atau permasalahan. Dan tentunya, ini lebih spesifik
dibandingkan dengan shalat-shalat lain dan memiliki suatu keistimewaan sendiri
dari Allah dan Rasulullah saw.
Baca juga : Panduan Lengkap Tentang Sholat Dhuha
Disamping
itu amalan shalat hajat merupakan suatu cara
paling tepat dalam mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh seorang
muslim. Shalat hajat merupakan salah satu jenis shalat yang disyariatkan di
dalam Islam karena diajarkan sendiri oleh Rasulullah seperti hadist diatas.
Hadist tersebut menjadi dasar hukum adanya shalat hajat. Para sahabat, ulama
salaf, dan para shalihin biasa melakukan shalat hajat, terutama ketika mereka
memiliki suatu kebutuhan, baik dalam situasi mendesak maupun dalam situasi
biasa.
Dan
berdasarkan riwayat dari banyak ulama salaf maupun kholaf, keampuhan dan
kemustajaban dari shalat hajat ini sudah terbukti. Sholat hajat ini telah
banyak membuktikan terkabulnya seluruh
permohonan dari kebutuhan yang mereka pinta kepada Allah, Dan kini saatnya anda
juga membuktikan kemustajaban dari sholat hajat ini. Semoga bermanfaat...
0 Response to "Amalan Sholat Hajat, Dalil-Dzikir dan Doanya"
Post a Comment